Minggu, 22 Juli 2018

Pengukuran Kriteria dalam E-Commerce

Berikut merupakan faktor faktor pengukuran Kriteria E-Commerce

1. Faktor Teknologi


Faktor teknologi terdiri dari beberapa indikator, seperti manfaat yang dirasakan, kesesuaian, dan biaya yang mempengaruhi adopsi teknologi e commerce. Manfaat yang dirasakan adalah tingkat penerimaan  keuntungan yang akan diperoleh bagi perusahaan (Tiago & Maria, 2010). Semakin baik pemahaman pihak manajerial terkait keuntungan relatif dari pengadopsian e commerce akan membuat perusahaan mengalokasikan beberapa sumberdaya, seperti sumberdaya manajerial, keuangan dan teknologi. 

Kesesuaian adalah sejauh mana e commerce sesuai dengan insfrastuktur teknologi , budaya, nilai dan praktik kerja  yang sudah ada sebelumnya pada perusahaan (Morteza, Daniel & Jose, 2011). Sebuah inovasi akan mudah untuk di terima oleh sebuah organisasi jika sudah sesuai dengan nilai yang berlaku dalam organisasi, dapat memahami kebutuhan dan sesuai dengan budaya organisasi. Pada kasus ini, biaya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi UMKM di Indonesia dalam mengadosi e commerce. Biasanya semakin murah biaya teknologi yang digunakan, akan semakin cepat di adopsi dan di implementasikan dalam sebuah organisasi (Premkumar & Robert,1999 dalam Rahayu & Day, 2015).  

2. Faktor Politik


Aspek lingkungan Politik adalah pengaruh eksternal, seperti tekanan dari konsumen/supplier, pesaing dan dukungan  eksternal lainnya yang mempengaruhi adopsi e commerce. Semakin tinggi tekanan dari rekan bisnis maka akan memungkinkan perusahaan untuk mengadopsi e commerce dengan tujuan untuk mempertahankan posisi kompetitif mereka (Duan,Deng & Corbitt, 2012). Semakin tinggi tekanan dari kompetitor dalam sebuah industri, perusahaan akan dipaksa untuk mengadopsi teknologi e commerce untuk memperoleh keuntungan yang kompetitif. Semakin tinggi tingkat persaingan  dalam sebuah industri, makin besar pula manfaat yang diperoleh dari pengadopsian e commerce. (Zhu & Kraemer, 2005).

Selain itu pemerintah dan pihak penyedia teknologi informasi adalah sebagai salah satu faktor yang yang mempengaruhi adopsi e commerce. Berdasarkan hasil penelitian dari Rahayu dan Day (2015) menemukan bahwa konteks lingkungan tidak memiliki pengaruh terhadap adopsi e commerce, sedangkan hasil penelitian dari Ningtyas dkk (2015) menyatakan bahwa dorongan eksternal/lingkungan diluar perusahaan berpengaruh positif terhadap adopsi e commerce.

3. Faktor Sosial


Dengan semakin meningkatnya penggunaan media sosial belakangan ini, istilah social commerce pun mulai mencuat. Ada beberapa bentuk social commerce yang sudah banyak digunakan. Pertama, Peer to Peer Sales Platforms. Di sini, setiap orang dapat berkomunikasi sekaligus bertransaksi langsung dengan orang lain dalam sebuah komunitas. Contoh situsnya adalah eBay dan Etsy. Ada pula bentuk Social Network Driven Sales, yaitu penjualan yang terjadi karena dorongan jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter.

Bentuk lainnya adalah group buying, yaitu menjual produk dengan harga yang lebih murah jika jumlah pembeli sesuai dengan angka yang ditetapkan. Contohnya, Groupon dan LivingSocial. Ada pula Peer Recommendation, yaitu memanfaatkan ulasan dari pembeli untuk meningkatkan nilai tawar produk. Sementara itu, orang-orang yang bersedia membagikan pengalaman belanjanya di media sosial akan mendapatkan imbalan.

Selain itu, ada pula User-Curated Shopping, Participatory Commerce, dan Social Shopping. User-Curated Shopping artinya situs yang dapat digunakan untuk membuat daftar produk yang dibeli dan membagikannya kepada orang lain. Contohnya, The Fancy.

Sementara itu, Participatory Commmerce adalah ketika para konsumen diajak terlibat langsung pada saat proses produksi. Nah, Social Shopping adalah situs yang menghubungkan konsumen yang pernah berbelanja secara offline dalam forum chatting.

4. Faktor Ekonomi


Pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi. Dengan pertumbuhan pengguna internet dan smartphone yang besar, menjadikan pasar e-commerce Indonesia tambang emas yang sangat menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi ke depannya.

Meski demikian, pasar e-commerce Indonesia diprediksi masih akan terus berkembang. Sudah banyak pelaku usaha yang kini mulai beralih atau memanfaatkan media online sebagai sarana pemasaran dan penjualan. Pada tahun 2020, pasar e-commerce Indonesia bahkan diprediksi akan memiliki nilai sebesar US$130 miliar (sekitar Rp1,7 kuadriliun). 
Ada lima faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi industri e-commerce di Indonesia :

1. Jumlah penduduk dan karakter konsumtif

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang besar. Sehingga kebutuhan hidup masyarakat Indonesia pun pastinya juga besar. Ditambah lagi karakter masyarakat Indonesia itu sendiri yang bisa dikatakan konsumtif dalam berbelanja. 

Banyaknya kebutuhan masyarakat tentunya menjadi salah satu pendorong munculnya sumber – sumber produksi dan pedagang atau toko. Sehingga masyarakat banyak yang membuka bisnis baik secara offline maupun online.

2. Meningkatnya jumlah pengguna internet dan smartphone di Indonesia

Seperti yang sudah dituliskan di awal artikel ini, saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna internet yang cukup tinggi. Lebih dari setengah penduduk Indonesia telah terhubung ke internet. Dengan 69 persen masyarakat Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile, dan sisanya melalui desktop dan tablet.

Meningkatnya jumlah pengguna internet dan smartphone, menjadikan Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial bagi berkembangnya pasar e-commerce atau bisnis online. (Baca juga: Survei Google: Smartphone Perangkat Utama Aktivitas Online)

3. Bisnis online lebih praktis 

Faktor lain yang juga mempengaruhi perkembangan bisnis online di Indonesia adalah kemudahan yang diberikan oleh bisnis online dibanding toko offline. Sistem transaksinya lebih mudah, membuat proses berbelanja lebih menghemat waktu. (Baca juga: 10 Alasan Orang Lebih Memilih Belanja Online)

4. Jangkauan yang lebih luas

Salah satu keuntungan dari bisnis online adalah jangkauannya yang luas dibanding bisnis offline. Dengan memanfaatkan internet dan media sosial, pelaku usaha dapat menjangkau ke seluruh dunia, selama tersedia jaringan dan pengiriman. Melalui e-commerce atau online, pembeli pun dipermudah dalam proses pembelian barang atau jasa dari negara lain, tentunya juga dengan cara yang jauh lebih mudah dan cepat. 

5. Sistem pembayaran di Indonesia sudah banyak berkembang

Transaksi online semakin diminati, bahkan sudah menjadi tren di kalangan masyarakat luas karena kemudahannya. Semakin berkembangnya transaksi dan bisnis online, semakin beragam pula metode pembayaran yang bisa digunakan dalam melakukan transaksi jual beli online. Selain semakin mempermudah pelaku bisnis e-commerce dalam melayani pelanggannya, beragamnya alternatif metode pembayaran juga mempermudah pelanggan. Kini pelanggan bisnis online memiliki banyak pilihan dalam melakukan pembayaran. (Baca juga: 7 Metode Pembayaran Online yang Paling Sering Digunakan e-Commerce)  

6. Pembangunan infrastruktur

Pemerintah terus membangun beberapa proyek infrastrukur seperti jalan tol dan pelabuhan. Pembangunan infrastruktur akan semakin memudahkan pengiriman barang di luar kota. Proses pengiriman bisnis online pun tentunya akan semakin lancar.

Dengan memiliki banyak potensi tersebut, tak heran banyak bermunculan perusahaan e-commerce baik lokal maupun asing menyerbu pasar Indonesia. Inilah beberapa faktor yang mendorong bisnis e-commerce semakin berkembang dan akan menjadi industri besar. 


Sumber :

https://www.prismapp.io/blog/559/mengenal-konsep-sosial-commerce-dan-penerapannya-pada-bisnis-online-anda

https://www.smartbisnis.co.id/content/read/berita-bisnis/umum/6-faktor-pendorong-bisnis-e-commerce-indonesia

https://drive.google.com/file/d/1tYA8fFnjGUT_Pcv-JCOt2GknZ8Q-orWr/view?usp=sharing

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon